Skip to content

Catatan Kecilku

Tempatku berbagi, akan hari lalu, ini dan esok…

Di pembukaan Undang-undang dasar kita disebutkan tujuan pembangunan kita: masyarakat Indonesia yang adil, makmur dan sejahtera.

Tapi tujuan pembangunan ini masih terlalu ideal, setidaknya itu pendapat Sukasah Syahdan dalam buku “Mencari Bentuk Ekonomi Indonesia; Perkembangan Pemikiran 1965-1981″, PT. Gramedia Jakarta, 1982.

Prof. Koentjaraningrat mengusulkan agar kita mencari pengalaman, belajar dan mencontoh dari proses-proses pembangunan di negara-negara lain yang sedang berkembang. Sambil membangun, kita tiap kali mawas diri dan selalu sanggup mengadakan koreksi-koreksi bilamana perlu. Prof. Koentjaraningrat menuliskan hal ini di tahun 1974 dalam artikel Apakah Sebenarnya Tujuan Pembangunan Kita?

Saat itu, menurut beliau kita belum mempunyai konsepsi nasional yang jelas mengenai tujuan dengan usaha pembangunan kita. Di lain sisi, kita juga tidak bisa menelan mentah-mentah contoh-contoh pembangunan dari Amerika, Uni Sovyet, RRC, Jepang ataupun Brasilia.

Saat ini, kita tahu juga bahwa bangsa kita telah memiliki blue print pembangunan yang terbingkai dalam Rencana Pembangunan Jangka Pembangunan (RPJP) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (PRJM).  RPJP dan RPJM memberikan guideline dalam arah pembangunan Indonesia menuju tujuan nasional yang disebutkan dalam Pembukaan UUD kita. Jadi hakikatnya, RPJP dan RPJM (serta RKP) merupakan operasionalisasi dari goal besar bangsa ini. Semoga.

Pernah mendengar MDGs? Kini MDGs telah menjadi referensi penting pembangunan di Indonesia, mulai dari tahap perencanaan seperti yang tercantum pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) hingga pelaksanaannya. Walaupun mengalami kendala, namun pemerintah memiliki komitmen untuk mencapai sasaran-sasaran ini dan dibutuhkan kerja keras serta kerjasama dengan seluruh pihak, termasuk masyarakat, pihak swasta, dan lembaga donor.

Satu hal yang cukup berkesan ketika saya membaca buku Todaro terbitan terakhir, beberapa hari lalu. Ia menyebutkan “aspek kehidupan yang serta lebih baik”, di mana proses pembangunan paling tidak memiliki 3 tujuan pokok. (1) Pembangunan harus mampu meningkatkan ketersediaan serta perluasan distribusi berbagai barang kebutuhan hidup yang pokok. (2) Pembangunan harus mampu meningkatkan standar hidup. Standar hidup ini tidak hanya aspek materiil, namun juga tumbuhnya harga diri pribadi dan bangsa. (3) Perluasan pilihan-pilihan ekonomis dan sosial. Dalam hal ini, adanya kebebasan dari sikap menghamba dan ketergantungan, bukan hanya kepada orang, tapi juga bangsa/negara lain termasuk setiap kekuatan yang berpotensi merendahkan nilai-nilai kemanusiaan dan bangsa.
Lalu apakah sudah tepat orientasi pembangunan kita saat ini? Semoga.

Suka masak? Tapi nggak punya alias masih minim resep? Jangan khawatir, saya punya ebook masakan indonesia beratus-ratus. Tadinya saya pikir ga da guna dan enggak perlu saya share, karena tidak matching dengan tema blogs saya. Tapi nggak papa dech, toh tidak ada salahnya berbagi, daripada saya buang tanpa bekas. Semoga bermanfaat buat pembaca semua. continue reading…

Saya teringat kata Ibu Menteri Keuangan beberapa hari yang lalu di Kompas. Teks aslinya saya lupa, intinya jika ingin kaya raya jangan bertahan di birokrasi, alias tingkatkan tinggalkan birokrasi. Sulit dibayangkan bagaimana mungkin PNS itu bisa kaya raya, semisal Gayus Tambunan, abang kita (saya sebut abang karena dia pernah menimba ilmu di almamater yg sama dengan sama, cuma dia beberapa tahun di atas saya). Gaji berapa? dan aset terkumpul berapa? fantastik untuk ukuran PNS. Apalah arti kaya raya, kalau diburu abis-abisan, alias tidak ada nyamanan dan kebahagiaan. Tapi saya tidak akan membicarakan Gayus T lebih lanjut, membosankan, karena berbagai media mulai dari yang formal hingga blogs udah membicarakan abis-abisan. continue reading…

Setiap muslim kemungkinan besar akan tahu bahwa babi itu haram.  Al Quran dan Al Hadist menyebutkan hal ini.

Sebagai contoh pada QS Al Baqarah ayat 173 yang menyebutkan “Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” continue reading…

Ada banyak perdebatan tentang bagaimana peran negara dalam ekonomi Islam kontemporer. Terdapat kelangkaan literatur tentang mobilisasi sumberdaya ekonomi publik dalam perspektif Islam,   terutama yang menyangkut sumber-sumber non-pajak.

Mahamoud A. Gulaid dari Islamic Development Bank menuliskan peran sektor publik dalam perspektif Islam dalam memobilisasi sumber daya pajak dan non-pajak. Pendapat Gulaid dapat kita baca dalam papernya yang berjudul Public Sector Resource Mobilization In Islam. continue reading…

Menyatukan konsep Balanced Scorecard, Activity Based Costing (ABC), dan Total Quality Management dalam sebuah sistem perencanaan dan penganggaran, apakah mungkin? tentu bukan hal yang gampang. Tetapi Melese, Blandin and OíKeefe pada tahun 2004 telah mulai memikirkannya. Simak pendapatnya dalam jurnal “A New Management Model for Government: Integrating Activity Based Costing, the Balanced Scorecard and Total Quality Management with the Planning, Programming and Budgeting.

Silakan DOWNLOAD.

Manajemen Aset menjadi salah satu fokus dalam konteks reformasi pengelolaan keuangan negara. Demikian tingginya perhatian pentingnya manajemen aset dalam pandangan Departemen Keuangan RI, menyebabkan dibentuknya Direktorat Jenderal Pengelolaan Kekayaan Negara. continue reading…

Manajemen Government Expenditure menjadi isu krusial di tengah semakin bertambahnya tuntutan akan peran pemerintah yang lebih responsif dihadapkan dengan resources yang semakin terbatas. Buku yang diterbitkan oleh Asian Development Bank (ADB) dengan judul Managing Government Expenditure (MGE) dengan penulis Salvatore Schiavo – Campo dan Daniel Tommasi membahas seputar upaya-upaya penyelenggaraan manajemen pengelolaan pengeluaran pemerintah. continue reading…

Budgeting menjadi isu penting dalam alokasi sumber daya terbatas dihadapkan pada tujuan-tujuan yang menantang. Pandangan-pandangan budgeting dalam sektor publik semakin mematangkan negara negara dalam praktik dan pengembangan sistem budgeting yang terbaik. Berikut ebook yang dapat menambah khasanah kita tentang budgeting. continue reading…

Audit dengan cara-cara manual sudah hampir dapat dikatakan telah amat jarang. Karena komputerisasi akuntansi saat ini telACLah menjadi keharusan. Tentu kita tidak menyangkal begitu banyak manfaat komputerisasi sistem akuntansi (walau ada juga kekurangannya). Konsekuensinya, auditor yang memeriksa atau melakukan audit atas memahami praktik penggunaan komputer dalam akuntansi. Entah itu untuk tipe audit with computer atau through computer. continue reading…